Minggu, 02 November 2008

Sistem Pencernaan Hewan

Untuk dapat mempertahankan kehidupannya (tumbuh, berkembang, berbiak) hewan memerlukan masukkan berupa pakan yang harus mengandung berbagai senyawa (nutrisi). Nutrisi dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok. Hewan pada umumnya tidak dapat memproduksi sendiri (dalam tubuhnya) nutrisi ini, jadi harus ada masukan dari luar. Di dalam tubuh, bahan yang masuk ini dapat diubah atau dikonversikan menjadi berbagai senyawa lain yang diperlukan, langsung digunakan (struktur tubuh, energi, metabolisme, berbiak, dan sebagainya) atau disimpan sebagai cadangan. Nutrisi yang masuk saling membantu dan mempengaruhi, sehingga seringkali tidak dapat dikatakan bahwa salah satu nutrisi selalu lebih penting dari pada lainnya.

Hewan memiliki sistem pencernaan. Hewan sederhana atau satu sel mempunyai sistem pencernaannya sederhana, sedang hewan yang lebih kompleks atau multiselular memiliki sistem pencernaan yang kompleks pula. Hewan dapat dibagi ke dalam berbagai golongan atas dasar sistem pencernaan atau cara makan ataupun jenis pakan yang dipilihnya. Hewan mampu mencerna pakan secara mekanis atau secara kimia. Pada hewan multiselular dapat dijumpai berbagai organ dan "peralatan" yang berperan dalam pencernaan dengan fungsi khusus yang tidak terdapat pada hewan yang lebih sederhana.

.A. Sistem Pencernaan Makanan Protozoa

Organisme bersel satu tidak mempunyai sistem pencernaan seperti pada hewan bersel banyak. Proses pencernaan makanan pada organisme bersel satu berlangsung di dalam sel itu sendiri. Jika ada makanan, organisme tsb bergerak kea rah makanan . kemudian mengelilingi makanan tersebut dengan pseudopodium ( kaki semu ). Makanan tersebut terkurung oleh kaki semu dan terbentuk vakuola makanan. Di dalam vakuola ini makanan dicerna, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Sari-sari makanan di edarkan ke dalam sitoplasma dan sisa-sisa makanan dikeluarkan dari membran plasma.

B. Sistem Pencernaan Makanan Serangga

Jenis makanan serangga berbeda-beda. Serangga ada yang memakan tumbuhan, ada pula yang memakan daging.
Saluran pencernaan belalang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung pengunyah, lambung, usus, rektum, dan anus. Kerongkongan mempunyai bagian membesar seperti gelembung tipis dan berduri. Gelembung itu disebut tembolok. Tembolok berfungsi sebagai alat untuk menyimpan makanan sementara. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.
Makanan masuk melalui mulut. Di dalam rongga mulut makanan dicerna secara mekanis yaitu dikunyah, dan dicerna secara kimiawi dengan air ludah. Dari mulut, makanan masuk ke kerongkongan lalu menuju ke tembolok. Di tembolok, makanan disimpan sementara dan kemudian ke empedal. Empedal memiliki dinding dari kitin untuk menghaluskan makanan. Makanan akhirnya menuju ke lambung. Proses penyerapan sari makanan terjadi di dalam usus. Makanan masuk ke dalam darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh . sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan melalui anus.
Serangga yang mempunyai alat pengisap tidak mengunyah makanannya. Mereka tidak mempunyai alat pencernaan yang lengkap karena makanannya berupa cairan.

C. Sistem Pencernaan Makanan Ikan

Saluran pencernaan makanan pada ikan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Di dalam rongga mulut ikan terdapat lidah pendek pada dasar mulut. Ikan mempunyai gigi yang tumbuh pada rahang atas dan bawah.,. ikan mempunyai kelenjar lendir di mulutnya. Lambung merupakan pelebaran dari saluran pencernaan. Antara lambung dengan usus terdapat 3 buah usus buntu. Ikan mempunyai hati, kantong empedu serta saluran empedu yang bermuara ke dalam usus. Pankreas tidak begitu jelas dan bersatu dengan hati sehingga disebut hepatopankreas. Makanan dari lambung masuk ke dalam usus. Di sini terjadi penyerapan makanan. Sisa-sisa makanan dikeluarkan melalui usus.

D. Sistem Pencernaan Makanan Amfibi

Saluran pencernaan makanan pada katak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, hati, dan pankreas.
Gigi tumbuh pada rahang atas dan langit-langit. Gigi yang tumbuh di langit-langit disebut gigi vomer. Setiap kali tanggal, akan tumbuh gigi baru sebagai ganti. Lidah pada katak bercabang dua dan berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Sesudah makanan masuk mulut, ditelan, kemudian melewati kerongkongan menuju lambung. Di dalam lambung makanan dicerna kemudian masuk ke usus halus. Dinding usus halus mengandung kapiler darah yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan. Selanjutnya sisa makanan masuk ke usus besar. Dari usus besar sisa makanan didorong keluar melalui kloaka.

E. Sistem Pencernaan Makanan Reptilia

Saluran pencernaan makanan pada reptilia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, pankreas, dan hati. Reptilia mempunyai gigi, lidah, dan ludah. Gigi tumbuh pada rahang atas dan bawah.
Pada ular berbisa, terdapat gigi bisa yang tumbuh pada langit-langit mulutnya. Bisa digunakan untuk melumpuhkan atau membunuh mangsanya. Lidah pada cicak digunakan untuk menangkap mangsa. Ular, bengkarung dan cicak tidak mengunyah mangsa. Kelenjar ludah yang terdapat pada rongga mulut menghasilkan lendir yang berguna untuk membantu memudahkan menelan mangsa. Makanan yang ditangkap langsung dikunyahnya.
Bentuk lambung pada reptilia sesuai dengan bentuk tubuhnya. Kura-kura memiliki lambung membulat, ular dan bengkarung memiliki bentuk perut yang memanjang,

F. Sistem Pencernaan Makanan Burung

Susunan saluran pencernaan burung pemakan biji terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Misal ayam dan burung merpati.
Pada mulut terdapat paruh yang kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan, tidak berfungsi untuk mengunyah makanan karena tidak mempunyai gigi . makanan yang diambil oleh paruh kemudian masuk ke dalam rongga mulut lalu menuju ke kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Tembolok berguna untuk menyimpan makanan sementara.
Lambung terdiri dari dua bagian, yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan empedal di bagian belakang. Disebut lambung kelenjar karena dindingnya mengandung kelenjar yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi mencerna makanan secara kimiawi. Disebut lambung pengunyah karena karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan. Di dalam empedal sering terdapat batu kecil atau pasir untuk membantu mencerna makanan secara mekanis.
Enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan empedu dialirkan ke usus halus. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Burung mempunyai dua usus buntu. Usus buntu berguna memperluas daerah penyerapan sari-sari makanan.
Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian ke dalam rektum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara dari tiga saluran, yaitu saluran pencernaan usus, saluran uretra, dan saluran kelamin.

G. Sistem Pencernaan Makanan Hewan Pemamah Biak

Pada mamalia terdapat jenis gigi dan susunan alat pencernaan makanan yang berbeda sesuai dengan makanannya. Bentuk dan susunan gigi hewan herbivor berbeda dengan susunan gigi hewan karnivor. Hewan herbivor mempunyai tidak mempunyai gigi taring sebaliknya hewan karnivor mempunyai gigi taring. Pada hewan herbivor, di antara gigi taring dan geraham depan ada ruang yang tidak ditumbuhi dinding. Ruang ini disebut diastema. Gigi hewan herbivor selalu tumbuh dan gigi yang tanggal akan digantikan.
Hewan herbivor ada yang digolongkan hewan pemamah biak karena mengunyah makanannya dua kali. Saluran pencernaan makanan hewan pemamah biak terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan anus. Lambung terdiri dari perut besar, perut jala, perut kitab, dan perut masam. Makanan yang berupa rumput kemudian ditelan masuk ke kerongkongan menuju ke perut besar. Di perut besar makanan disimpan sementara, kemudian masuk ke dalam perut jala. Di dalam perut jala makanan dicerna secara kimiawi dan menjadi gumpalan-gumpalan kecil. Gumpalan tersebut dikeluarkan kembali ke mulut untuk dimamah sampai lumat oleh geraham. Setelah makanan dimamah, ditelan lagi dan masuk ke perut kitab untuk digiling. Selanjutnya makanan masuk ke dalam perut masam. Di dalam perut ini makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim. Akhirnya sari makanan masuk ke usus halus, kemudian diserap dan diedarkan olewh darah ke seluruh tubuh. Sisa makanan keluar melalui anus.

Selasa, 28 Oktober 2008

Sistem Pencernaan Manusia


Sistem pencernaan makanan terbagi atas rongga mulut, tekak, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar. Selain itu ada beberapa kelenjar besar yang memasukkan getahnya ke dalam usus, yaitu hati dan kelenjar ludah perut.

Makanan yang kita makan pertama masuk ke mulut yang kemudian menjadi halus karena telah dikunyah dengan geligi kita dengan dibantu oleh kelenjar ludah. Setelah halus barulah dapat kita telan dengan cepat melalui bagian bawah tekak dan kerongkongan. Kerongkongan bentuknya seperti pipa yang panjangnya pada orang dewasa kira-kira 25 cm. Pangkalnya adalah dileher, dibelakang tenggorok, kemudian di daerah dada di belakang jantung, menembus sekat rongga badan di depan tulang belakang dan bermuara dalam lambung. Lambung merupakan saluran pencernaan makanan yang melebar seperti kantong, terletak di bagian atas rongga perut sebelah kiri, dan bagian lainnya tertutup oleh hati, usus besar dan limpa. Makanan yang ditelan terkumpul dalam lambung dan bercampur dengan getah lambung, sehingga makanan menjadi encer seperti bubur. Jalan keluar lambung tertutup rapat karena tebalnya lapisan otot lingkar yang sewaktu-waktu terbuka untuk melewatkan bubur makanan sedikit demi sedikit ke dalam usus halus. Bagian pertama dari usus halus adalah usus dua belas jari, yang melengkung seperti ladam. Panjangnya kira-kira 30 cm. Di usus halus ini bermuara pipa-pipa penyalur dari hati dan dari kelenjar ludah perut.

Hati adalah alat yang besar, terletak di bawah sekat rongga badan dan mengisi sebagian besar bagian atas rongga perut sebelah kanan. Hati membuat empedu yang terkumpul dalam kantung empedu. Empedu tersebut menjadi kental karena airnya diserap kembali oleh dinding kandung empedu. Pada waktu tertentu, empedu dipompakan ke dalam usus dua belas jari melalui pipa empedu.

Kelenjar ludah perut yang dikenal dengan sebutan Pankreas adalah sebuah alat yang panjang melintang pada dinding belakang perut dan berjalan ke kiri sampai pada limpa. Ujungnya terletak dalam lengkung usus dua belas jari. Pipa keluarnya bermuara di dalam usus dua belas jari bersama dengan pipa empedu (sebagian jaringan kelenjar ludah perut yang tersebar diseluruh alat tersebut, mempunyai bentuk yang lain dan getahnya yaitu insulin dicurahkan langsung kedalam darah, karena itu maka jaringan demikian diberi nama kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus halus bercampur dengan empedu dan getah kelenjar ludah perut sehingga pencernaan makanan berlangsung terus. Bubur makanan itu disiapkan untuk diserap zat-zat makanannya oleh dinding usus. Penyerapan ini juga terjadi pada usus halus lainnya, yang terletak berliku-liku dalam rongga perut bagian bawah.

Seluruh usus halus panjangnya beberapa meter. Ujungnya bermuara ke dalam sisi usus besar sehingga terbentuk usus buntu, yaitu satu bagian pendek usus besar yang buntu. Disebelah kanan dalam rongga perut terdapat usus besar naik, dalam rongga perut sebelah atas terdapat lanjutannya sebagai usus besar melintang dan dalam rongga perut sebelah kiri dijumpai usus besar turun yang berlanjut sebagai usus besar bentuk "S". Usus ini kemudian menjadi poros usus. Di dalam usus besar sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna lagi menjadi kental, karena airnya diserap kembali oleh dinding usus besar. Kemudian sisa makanan tersebut sampai kedalam poros usus yang terletak pada dinding belakang panggul kecil. Bagian bawah poros usus itu akhirnya bermuara pada lubang dubur yang nantinya dikeluarkan.

Jumat, 26 September 2008

ENZIM

Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida ( protein ) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Percepatan yang terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan. Hal ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimologi.

Enzim merupakan biokatalisator, struktur enzim terdiri dari :

· Apoenzim yaitu bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan rusak bila suhu terlampau panas (termolabil)

· Gugus prostetik (kofaktor) yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organic yang disebut KOENZIM. Koenzim yang terkenal pada rantai pengangkutan electron (respirasi sel), yaitu NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida), FAD (Flavin Adenin Dinukleotida), Sitokrom.

Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan, kontraksi otot, fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan.

Sifat-sifat enzim :

1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.

2. Thermolabil, mudah rusak bila dipanasi lebiih dari suhu 60°C.

3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.

4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim).

6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah.

7. Bekerjanya spesifik.

8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor.

Pada reaksi enzimatis terdapat zat yang mempengaruhi reaksi, yakni activator dan inhibitor, activator dapat mempercepat jalannya reaksi, contoh : ion Mg2+,Ca2+, zat organic seperti koenzim-A. Inhibitor akan menghambat jalannya reaksi enzim, contoh : CO, Arsen, Hg, Sianida.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi enzim adalah :

1. Pengaruh suhu

Kenaikan suhu sebanyak 10°C, menyebabkan keaktifan menjadi 2 kali lebih besar. Enzim didalam tubuh manusia memiliki suhu optimum sekitar 37°C.

2. Pengaruh pH

Aktivitas optimum antara pH 5-9. Ini disebabkan oleh :

· Pada pH rendah atau tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.

· Pada pH rendah atau tinggi, enzim maupun substrat dapat mengalami perubahan muatan listrik dengan akibat perubahan aktivitas enzim.

3. Pengaruh konsentrasi enzim

Kecepatan reaksi enzim berbanding lurus dengan konsentrasi enzim.

4. Pengaruh konsentrasi substrat

Bila konsentrasi substrat bertambah, sedangkan keadaan lainnya tetap sama, kecepatan reaksi juga akan meningkat sampai suatu batas maksimum.

5. Pengaruh faktor-faktor lain

Enzim dapat dirusak dengan pengocokan, penyinaran ultraviolet dan sinar-X, sinar-β, sinar-γ. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh adanya inhibitor seperti obat-obatan dan sebagainya.

Contoh-contoh peranan enzim :

  • Enzim amylase digunakan untuk menghidrolisis pati menjadi glukosa. Banyak digunakan pada industri minuman maupun pada industri tekstil.
  • Enzim proteolitik penting pada industri makanan, sebagai bahan pada deterjen maupun pada pemrosesan kulit.
  • Enzim lipase digunakan sebagai biokatalis untuk memproduksi asam lemak bebas, gliserol, berbagai ester, sebagian gliserida, dan lemak.
  • Dan sebagainya.

Mekanisme kerja enzim untuk mempercepat kecepatan reaksi melalui : katalis asam basa pada umumnya, katalis oleh ion-ion logam, dan katalis oleh enzim yang mengandung piridoksal fosfat.

Senin, 22 September 2008

TUGAS II FISIOLOGI HEWAN

  • Jelaskan mekanisme fisiologis proses difusi dan osmosis di dalam sel !
  • Difusi ialah perpindahan molekul/partikel zat terlarut dari larutan yang lebih pekat (konsentrasi zat terlarut lebih tinggi) ke larutan yang lebih encer (konsentrasi zat terlarut lebih rendah). Sebagai contoh pertukaran udara melalui stomata, pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen sehingga konsentrasi O2 meningkat yang akan menyebabkan difusi O2 dari daun ke udara luar melalui stomata, sebaliknya konsentrasi CO2 di dalam jaringan menurun (karena digunakan untuk fotosintesis) sehingga CO2 dari udara luar masuk melalui stomata.
  • Osmosis ialah perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat melalui membran semipermiabel. Sebagai contoh, jika kita merendam wortel ke dalam larutan garam 10% maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya. Hal ini disebabkan potensial air dalam sel wortel lebih tinggi dibanding potensial air pada larutan garam sehingga air dari dalam sel akan keluar ke dalam larutan tersebut. Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran.


  • Jelaskan informasi tentang :

a. Mitokondria

Mitokondria merupakan organela yang memiliki 2 unit membran, yaitu membrane luar dan membrane dalam. Antara kedua unit membrane teersebut terdapat ruang antarmembran dan di sebelah dalam menbran dalam terdapat matriks. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil ATP, yaitu senyawa kimia berenergi tinggi. Dalam mitokondria juga berlangsung reaksi-reaksi untuk biogenesis mitokondria.

b. Lisosom

Lisosom dapat ditemukan dalam sel sebagai bangunan berbentuk kantung kecil bermembran, yang berisi enzim hidrolitik dan memiliki pH rendah. Enzim dalam lisosom bekerja untuk menghancurkan bagian sel yang sudah tua dan tidak diperlukan lagi, serta berbagai zat lain yang masuk ke dalam sel, baik nutrient maupun benda asing seperti bakteri dan virus.

c. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma ( RE ) yaitu bangunan berbentuk saluran berkelok-kelok yang dibatasi membrane. RE merupakan perluasan dari membrane plasma ke arah dalam menuju membrane inti. RE dapat dibedakan menjadi 2, yaitu RE halus dan RE kasar. RE kasar memiliki banyak butiran/granula halus yang menempel pada membrannya, sedangkan RE halus tidak. Butiran / granula halus tersebut adalah ribosom, yang berperan penting dalam sintesis protein. RE kasar mampu menyelenggarakan proses sintesis protein, sedangkan RE halus tidak. RE halus berfungsi dalam sintesis zat bukan protein.

RE juga berperan memasok nutrient ke berbagai organela lain dalam sitoplasma dan mengangkut hasil sintesis serta membuang zat sisa dari organela tersebut.

d. Badan Golgi

Aparatus golgi bekerja sebagai bagian dari system transport dalam sel, juga berkaitan dngan pembentukan dan pengemasan bahan yang akan dikeluarkan dari sel.

e. Sentriol

Sentriol merupakan bangunan berbentuk tabung kecil dan memiliki peran penting selama pembelahan sel, yakni dalam pembentukan benang spindel.

Senin, 15 September 2008

TUGAS I FISIOLOGI HEWAN

1. Mengapa fisiologi selalu dikaitkan dengan anatomi, fisika, dan kimia ?

Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari fungsi normal tubuh dengan berbagai gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem tersebut. Di dalam fisiologi dipelajari gejala yang ditemukan pada makhluk hidup dan koordinasi antar bagian yang menyebabkan gejala terjadi, untuk itu dalam fisiologi perlu memahami ilmu-ilmu lain diantaranya anatomi, fisika, dan kimia.
• Dalam anatomi dipelajari letak dan bentuk organ yang menentukan fisiologinya. Fungsi dan struktur tubuh memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.
• Gejala yang terjadi pada makhluk hidup melibatkan proses fisika dan kimia.
Jadi pada makhluk hidup terjadi berbagai gejala dan usaha untuk bertahan serta menanggapi rangsang dari lingkungan yang disebut fisiologi. Dalam mewujudkannya struktur anatomi tubuh sangat menentukan dan proses yang terjadi meliputi proses fisika dan kimia.

2. Berikan contoh hubungan fisiologi dengan genetika, fisiologi dengan ekologi !

Contoh hubungan fisiologi dengan genetika :
* Seorang manusia yang mengalami gangguan mental, sifat menurun ini dikendalikan oleh gen resesif tidak tertaut seks. Salah satu ciri orang yang mengalami gangguan mental yaitu jarang mempunyai keturunan dan apabila air urinenya diberi larutan ferioksida 5 % akan menghasilkan warna hijau kebiruan yang menunjukkan bahwa dalam urinenya terdapat senyawa derifat fenilketouria ( FKU ). Adanya senyawa FKU disebabkan tidak adanya enzim tertentu yang bertugas mengubah fenil alanin menjadi tirosin. Hal ini menunjukkan karena adanya kelainan genetik maka menyebabkan fisiologi dalam tubuh terganggu.
*Ayam yang memiliki kaki dan sayap pendek, biasa disebut ayam redep. Gen asli ayam redep adalah resesif dan berperan dalam mengatur pertumbuhan tulang. Alela mutannya yang dominan menyebabkan pertumbuhan tulang terganggu. Cacat yang tampak pad ayam redep homozigot dominan adalah mata bercelah, tubuh lebih kecil, dan rangka tidak mengalami penulangan.

Contoh hubungan fisiologi dengan ekologi :
* Apabila tubuh manusia sedang dalam keadaan sehat ( normal ), pada cuaca sangat panas tubuh akan berkeringat. Sebaliknya, apabila udara sangat dingin tubuh akan kedinginan dan bahkan mungkin menggigil. Disini tubuh manusia melakukan regulasi suhu tubuh / mengatur suhu yang merupakan proses fisiologi terhadap lingkungan ( ekologi ).
* Protozoa untuk menghindarkan diri dari bahaya dehidrasi membentuk dinding protektif ( kista ) saat kondisi lingkungan sangat panas dan kering. Apabila keadaan lingkungan sudah baik ( sesuai dengan kebutuhan hidup protozoa ), sel vegetatif yang baru akan muncul dari dalam kista tersebut.

3. Buat informasi tentang sel hewan dan gambarnya sebanyak-banyaknya !
Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje; menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma
Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL
Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. IntiSel(Nukleus).

1.Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer
Lemak bersifat Hidrofobik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja. Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Khusus pada sel tumbuhan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall). Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
2. Sitoplasma dan Organel Sel
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

Gbr. a. Ultrastruktur Sel Hewan, b. Ultrastruktur Sel Tumbuhan
Organel Sel tersebut antara lain :

a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis RE yaitu :
•RE.Granuler(RoughE.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Ribosom (Ergastoplasma)
Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

c. Miitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House".
d. Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)
Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

f. Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
g. Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:
•Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan
•Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).
• Proteoplas (untuk menyimpan protein).

2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
• Karotin (kuning)
• Fikodanin (biru)
• Fikosantin (kuning)
• Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel)
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas

Vakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar
Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
• enzim
• butir-butir pati

Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil.

i. Mikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel".
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
j. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakansel.

k. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom
• Nukleolus(anak inti).

Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :

• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.
Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.
Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus. Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.